Baso Ja’i
Jl. Gudang Selatan (samping rel kereta api Kosambi) – Bandung

Ngomongin kuliner Bandung, perlu juga membahas kuliner baksonya. Setelah sempat buat coretan tentang Mie Bakso Akung dan Mie Baso Rudal Anggrek di kota Bandung, sekarang saya mengunjungi salah satu tukang baso yang banyak direkomendasikan oleh teman-teman saya, Baso Ja’i. Sampai di sana, saya langsung pesan Baso Yamin. Dalam waktu singkat hadir, dua mangkok di hadapan saya. Satu mangkok berisi mie yamin dengan porsi cukup kecil, tapi di satu mangkok lagi dihidangkan 3 buah bakso besar plus satu tahu kering dalam kuah yang segar. Mie yaminnya rasanya lumayan, walaupun porsinya agak kurang buat saya hehee. Tapi baksonya mantep benerrrr… Ukurannya yang besar dan kekenyalannya yang pas kayaknya yang menjadi kunci ramainya pelanggan di tempat ini. Dua jempol untuk baksonya Baso Jai. Satu porsi Yamin dengan Baso dan Tahu kuah ini harganya Rp. 13.000,-

Tempatnya memang hanya tenda kaki lima di pinggir jalan kecil (Jl Gudang Selatan), dekat Rel Kereta di Pasar Kosambi. Bahkan sebagian pengunjung hanya bisa duduk di bangku panjang tanpa adanya meja untuk bersantap. Akan tetapi magnet dari Baso Ja’i ini memang kuat karena pengunjung yang datang ke tempat ini selalu ramai, datang silih berganti, terutama di malam hari. Baso Ja’ibuka dari jam 13.30 sampai jam 22.00, dengan catatan “selama persediaan masih ada”😛 Di spanduknya tertulis “Baso Ja’i, sejak 1960”. Wow, berarti bakso ini memang melegenda. Dan dengan semakin banyaknya pelanggan tampaknya Bakso Ja’i ingin tetap mempertahankan suasana sederhana di tempat ini. Termasuk cabangnya di Jl. Burangrang yang juga tenda kaki lima sederhana. Tapi memang dibalik kesederhanaan tersebut terkadang tersembunyi kemewahan rasa hehehe…